kamulah,
tempat aku bisa menumpahkan seluruh isi hati, karena aku bingung dengan semua kondisi dan keadaan ini.
Saat kosong dan tak mengerti harus melakukan dan mengerjakan apa minggu-minggu ini, aku cukup lalai dengan waktu,,aku dipermainkan olehmu waktu. Tapi saya cukup bersyukur atas sedikit tampolan dari Film "Negeri 5 Menara" itu. Meskipun sempet agak kecewa karena cerita novel tidak bisa terkupas abis di film ini, namun semangat man jadda wa jada kembali tersiram di hati.
Sepanjang perjalanan pulang, hati dan fikiran ini sempet terbang menyelami diri, atas apa yang telah dilakukan beberapa waktu ke belakang. Namun akhirnya aku memiliki sebuah keputusan, bahwa aku harus melawan diri sendiri. Musuh terbesar untuk seseorang. Aku mulai menulis 5 cm di depan dahi bahwa aku harus berubah, keluar dari zona nyaman ini dan melakukan hal-hal yang lebih berguna.
----Niatan yang baik, Alloh akan mendengar----
Ternyata hal itu benar, Alloh bisa menolong hambanya dari berbagai pintu. Belum sempat aku sampai ke pintu tempat aku merebahkan tubuh, beberapa kabar baik datang menghampiri,,, apakah ini jalanmu ya Rabbi..
Meski bangunan itu belum kokoh, aku percaya padaMu ya Alloh, bahwa engkau selalu mencintai hambanya yang selalu bersyukur dan sabar
.jpg)

