hanya menutupinya dengan bantal yang tertutup aku bisa melakukannya.
ini, gundah gulana yang aku rasa begitu membelenggu,, meskipun aku sendiri yang menyebabkan semua itu. Aku sendiri yang menciptakan rasa itu, menyiksa diri sendiri.
Tapi kenapa bayangan itu selalu muncul dihadapanku, tak bisa berlari sedikitpun walau hanya sebentar.
Aku tak bisa menyebutnya apa terhadap rasa ini, entah karena begitu cepat tumbuh, atau begitu lama proses untuk menumbuhkannya.
Setahun sudah kebersamaan kita, walau terkadang ada jutek2an, sebel2an, kesenangan, canda tawa telah kita lewati bersama. Aku yang telah begitu mengenal dalam terhadap dirimu, dan kaupun sebaliknya.
dan menurutku kondisi kita pun sama sekarang__tak ada yang mau memulai, maka proses pun belum bisa berjalan.
Aku tak tau apakah kau memiliki rasa yang sama seperti yang aku rasakan sekarang, aku hanya berharap seperti itu...kau yang selalu bicara jujur tanpa di saring, dan aku yang selalu berusaha baik di depan orang, namun d belakang agak jahat.
Aku hanya ingin sebuah perantara yang amanah, yang saling bisa mnegerti kita berdua demi kebaikan kita.
namun apakah aku ingin serius??? aku belum bisa menjawab saat ini.
hanya kesadaran yang bisa ku terima, bahwa aku memang tak sempurna, tapi maukah kau membantuku untuk bisa menyempurnakan semua itu??
Tapi ketika aku melihat ke belakang, aku tak begitu yakin untuk mengahadapi semua itu. andai semua bisa dimengeri dan bisa dikalkulasi, mungkin aku bisa mnegambil kesimpulan dengan jelas..namun ini hanya seperti bahasa yang perlu interpretasi lebih.
Kalu memang jodoh ya ga akan kemana, aku hanya mengharap bukti atas keseriusan itu..butuh kau yang bisa sedikit berubah untukku, sehingga akupun yakin kepadamu

