Senin, Desember 24, 2012

Satu nama

G.E.N.T.A


memang hanya sekedar 5 huruf, namun selalu mengiringi hari-hariku akhir ini. Mungkin ini masih merupakan efek dari film yang begitu fenomenal pada akhir tahun 2012 ini. Film yang membuat gemetar bagi para pemula pendakian, para pemimpi, dan tentunya bagi para pecinta alam. Sungguh setting yang luar biasa yang ditawarkan dalam film ini.

Kembali ke sosok dari 5 huruf itu. 
Dia menggambarkan karakter yang menurut subjektif kacamataku adalah sosok ideal, seorang pengusaha EO yang tentu memiliki leadership ok dan juga seorang sahabat yang sangat menyayangi teman-temannya. Sosok yang berwibawa juga sangat melekat kepadanya. Dia memiliki jiwa pecinta alam dibanding teman2nya, dan dia ingin menularkan kegemaran itu kepada teman-temannya yang lain. Secara fisik, dia memiliki kulit yang tidak terang, pandangan mata yang damai sehingga membuat orang yang disekitarnya itu merasa tenang bila dekat dengannya. 

Aku termasuk orang yang mudah kagum kepada orang yang memiliki jiwa leadership. Bagaimanapun dia, aku sering terkagum padanya. 

Bila aku boleh untuk bermimpi, boleh untuk berangan. Mungkin seperti dialah seorang lelaki yang seharusnya. Bukan berarti aku tidak menyukai yang lain, tapi itulah yang ada di anganku.


Rabu, Desember 12, 2012

Hidup dan Lingkungan


Hidup ini memang tak pernah lepas dari yang namanya permasalahan. Entah permasalahan ekonomi, sosial, lingkungan, persahabatan, percintaan atau bahkan keluarga. Dan ketika memang seseorang sedang tidak ada masalah, maka justru itu permasalahan baginya.

Terkadang apa yang kita fikirkan, itu tidak sejalan dengan kenyataan.

Terkadang apa yang menurut kita benar, maka belum tentu benar menurut orang lain.

Karena memang sejatinya, ketika kita mencari sebuah kebenaran, maka carilah kebenaran menurutNya. Dialah yang Maha Benar melebihi segalanya.

Mungkin kita perlu sedikit mengalah demi mendapatkan sebuah kemenangan yang terbaik untuk semua. Mungkin kita perlu untuk sedikit meredam hawa nafsu sendiri demi mendengarkan cerita orang lain.
Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang paling mengerti kondisi anggotanya. Dan mulailah dari lingkungan kecil, diawali dari diri sendiri, karena kita merupakan pemimpin untuk diri kita sekarang dan yang akan datang. Bilamana kita telah mampu untuk menjaga dan mengendalikan diri, maka dengan sendirinya kita mampu untuk mempengaruhi orang lain.
Jikalau kita merasa bahwa kita tak pernah dihargai di lingkungan kita dan mendambakan bahwa orang lain menghargai kita. Maka terlebih dahulu kita berkaca kepada cermin, apakah saya sudah menghargai mereka??? Apa yang sudah saya lakukan selama ini kepadanya? Apakah sudah membantunya?? Apakah dia merasa bahagia berteman dengan saya??
Dan seberapa dalam saya sudah mengenalnya?

                Dan tanamkan pada diri kita, mungkin saat ini seseorang itu belum memberikan timbal balik atas selama ini yang telah kita lakukan kepadaNya. Tapi mungkin suatu saat, besok, ataukah nanti saya akan membutuhkan bantuan seseorang itu. Karena yakinlah, segala perbuatan yang kita lakukan pasti akan kembali ke diri kita, PASTI.

Maka berbuatlah yang terbaik untuk diri kita dan lingkungan kita,,
Sebarkanlah rasa nyaman terhadap orang yang ada disekitar kita…..

Hidup butuh pengorbanan. Dan pengorbanan terkecil adalah mengorbankan sedikit ego. Karena kita adalah makhluk sosial yang butuh orang lain untuk melengkapinya.

Senin, Desember 10, 2012

Pendakian Pangrango











Bersamamu, CSS 49


Para pendamping CSS 49 yang selalu setia menemani adik-adiknya.



Kebersamaan pertama di puncak, Puncak kebanggaan kota Bogor.



Usai menunaikan sholat di Masjid Puncak.



Jagoan anak Ciawi.



Action bersama, setelah mendapatkan Motivation Training.



Mejeng dikit, di tepi jalan raya utama ciawi. 



Sebelum ujian, nampang dikit di akhir2 masa kebersamaan matrikulasi.



Makan-makan sampai ga tidur semalaman, setelah ngasih surprise party buat dik komtiah.



woooooooooooowwwwwww, special prize untuk komtiah.

  

ahhhh, 3 sekawan ini. Nampak seperti pohon saja.



Big Thanks adikku.



yeeeeeeew, saatnya bergaya untuk para pendamping CSS MoRA 49.



Kita mau bergaya, kenapa mesti ada 'sesuatu' di belakang kita??????



Walau tidak bisa pulang kampung, kita tetap bisa jalan2.



Walau panasnya Kota Tua, hati kita tetap merasa adem deh.



Ada pohon buatan yang nampak asli 


Narsis euiiii........



Backgroundnya ok gilaa. Emas asli berkilo-kilo cuiii...



Dan............kita bangga punya sejarah Bank Indonesia.

Ujung Genteng




Perjalanan menunju lokasi. Jalan berkelok-kelok dan jurang disisinya.



Sebuah pemandangan ditengah perjalanan. Air terjun yang sangat mendamaikan hati.


Nuansa laut yang biru dan didominasi oleh pasir putih sangat menambah kedamaian dihati.


Batu putih juga menanmbah nuansa elegan dari laut ini.


Karang, sebagai hasil laut yang memiliki nilai finansial tinggi.


Salah sebuah keluarga yang sedang menghabiskan waktu liburnya.


Objek diambil menggunakan digital camera, namun karena didukung oleh pemandangan alam yang asli maka hasilnya pun tak kalah dengan hasil jepretan D-SLR camera.


Seruuuuuuuuuuu, assyiiiiiiiiiik............membuat manusia bebas berkreasi dialam


Langit mulai menunjukan bahwa hari senja akan datang.


Subhanalloh, maha suci Dia yang telah menciptakan alam seindah ini.



Dan senja'nya berhasil masuk dalam jiwa.


Aku Vs Cita-Cita


“Terkadang dalam beberapa pilihan, maka akan terdapat sebuah konsekuensi besar untuk memilihnya. Hal ini adalah wajar dan sulit untuk terpisahkan”.

Dan mungkin ini adalah sebuah kondisi yang sedang saya hadapi saat ini. Dulu memang benar sekali bahwa saya ingin memiliki cita-cita berpendidikan tinggi, mungkin hingga ke negeri seberang. Dorongan terasa begitu kuat demi tetap terus memili semangat untuk mengejarnya. Tak lain juga mungkin untuk memenuhi ego diri yang begitu melampaui batas normal.

Namun sejalan dengan asam manis perjalanan hidup. Fikiran ini juga melahirkan sebuah pilihan lain. Bahwa sesungguhnya saya adalah perempuan, yang mungkin seyogyanya lebih memilih untuk cepat berkeluarga, tanpa mengenyampingkan pendidikan. Disini saya memiliki sebuah alas an fundamental bahwa perempuan akan jauh lebih aman untuk hidup di Negara sendiri. Dan pendidikan diluar negeri lebih cocok untuk kaum lelaki. Dan ini bukan berarti bahwa saya masih menganut aliran sebelum masa cut nyak dien bahwa pendidikan hanya untuk kaum lelaki. Sekali lagi bukan alasan demikian.

Pemaparan alasan tersebut bukan berarti mematahkan seluruh keinginan saya. Saya masih memiliki beberapa porsi untuk tetap ingin melanjutkan pendidikan di Luar. Yakni dengan pilihan bahwa saya sudah memiliki pasangan hidup, saat saya mengenyam pndidikan disana dan bersama hidup disana. Hal ini akan lebih aman untuk kehidupan saya sehari-hari dan juga pandangan orang awam. Alas an lain adalah agar saya tidak menunda pernikahan hingga umur yang lebih banyak.

Jika memang pilihan yang kedua ini tidak saya capai, saya masih memiliki keinginan lain bahwa saya menginginkan seorang pasangan hidup yang lulusan luar negeri. Tak lain adalah karena saya ingin sebuah cerita tentang gambaran nyata akan kehidupan disana.

Entahlah, mungkin pembaca sekalian mungkin berfikir kenapa saya terlalu mengagungkan akan pendidikan diluar. Padahal sejatinya pendidikan di dalam negeri juga tak jauh kalah. Ya mungkin salah satu alasan fundamental adalah karena saya berasal dari DESA. Saya ingin membuktikan bahwa pendidikan desa juga tidak kalah dengan pendidikan di kota yang menanamkan sebuah karakter bahwa mimpi itu bisa dikejar, mimpi itu bisa diraih, dan semua orang tanpa terkecuali memiliki kesempatan yang sama, dan yang menentukan hanyalah bagaimana karakter dari orang tersebut, sehingga ia dapat meraihnya.

Namun ketika memang takdir dariNya memberikan pilihan kepada saya untuk tetap stay di Negeri ini, maka kesempatan terakhir adalah saya akan mendidik adik saya yang Laki-laki untuk bisa menyalurkan cita-cita saya nanti. Anak cowo sangat berhak dan mendekati wajib untuk melanjutkan pendidikannya di negeri Luar. Itu objektif pendapat saya.


Dan untuk perkara “Pasangan Hidup”, itu bukanlah mutlak menjadi sebuah persyaratan, karena ini semua hanyalah sebuah keinginan. 

Rabu, Desember 05, 2012

Aku Harus Mulai

Dalam kondisi yang seperti sekarang ini, bukanlah suatu kesempatan untukku terus beristirahat. Mengistirahatkan otak yang seharusnya terus berjalan untuk berfikir. Ini adalah hal yang tidak layak dan harus dihindari oleh setiap orang, termasuk diriku. Memang masa ini bukanlan masa yang mudah untuk dijalani, dimana seseorang berada dalam masa transisi yang belum tau hingga kapan semua ini berakhir.

Aku selalu teringat akan sebuah prinsip, bahwa setiap usaha dan keinginan pasti ada jalan yang bisa dilalui. Inilah yang saya coba untuk yakini saat ini. Mungkin Alloh menawarkan kesempatan ini untukku mencoba softskill yang lain. Ambilah hal positifnya saja. Mungkin dari waktu ini aku lebih bisa mencari tau dan belajar ilmu agama yang sempat aku tercecerkan. Ya Alloh, ampunilah saya.

Semoga tekad ini bulat, untuk terus mengisi waktu-waktu yang luang ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Mencoba untuk terus dan terus menulis. 
MENULIS

M.E.N.U.L.I.S

 

Blogroll