Senin, Januari 23, 2012

CSS MoRA se-Fateta, Pengabdian di Nurul Iman


kini aku mau bercerita tentang program pengabdian yang diusung oleh temen2 saya se-Fateta (Fakultas Teknologi Pertanian, IPB). setelah mengalami seleksi yang cukup ketat dengan perbincangan dan pengalaman, kami memutuskan untuk membuat pelatihan Pembuatan susu jagung, Pembuatan Yogurt, dan Workshop dan Pemasangan Instalasi Biogas.
alasan pertama yang ada difikiran kami adalah membuat sesuatu yang berkesan, tidak hanya untuk saat itu juga namun bisa dirasakan untuk selanjutnya, namun juga mengusung SIMPEL.
susu jagung ini bisa dijadikan alternatif bagi para petani jagung yang memiliki nilai jual jagung yang rendah sehingga pendapatan mereka juga dapat mencukupi kebutuhan, selain juga untuk hanya dengan tujuan membuat produk baru untuk lahan bisnisnya,,menarik bukan. dan tak lain juga untuk pembuatan yogurt,,mungkin suatu ketika terdapat donatur yang menyumbangkan sapi perah untuk pesantren tersebut, maka bisa menggunakan modal ketrampilan dari pelatihan ini untuk meningkatkan nilai tambah susu yang hanya 6000 rupiah bisa menjadi lebih dari 30ribu rupiah. Tak lain dan tak bukan,,sektor industri tetep menggantung di depan pelipis anak2 Fateta ini.
sedangkan untuk biogas sendiri,,ide awal berasal dari tuntutan pimpinan ponpes yang menginginkan solusi untuk limbah kotoran manusia yang melimpah dan tak termanfaatkan, sedangkan kebutuhan gas untuk memasak sangat banyak. Bisa dibayangkan untuk satu hari saja bisa memasak untuk nasi lebih dari 3 ton per hari, belum lagi masak bahan-bahan lain.
yah,,setelah kita diskusikan kembali dan sharing kesana-kemari, alhasil kita belum bisa memanfaatkan limbah kotoran manusia dengan alasan mendasar takut jijik,hehe
ya alhasil kita bisa memanfaatkan kotoran sapi yang ada di ponpes ini untuk dijadikan bahan bakar gas pada industri roti. industri roti disana cukup besar dan membutuhkan bahan gas yang cukup banyak pula, dan meolihat potensi kotoran sapi yang belum banyak pula,,
namun suatu saat, pondok itu akan memanfaatkan limbah kotoran manusia untuk biogas pada pemasakan seluruh makanan. Suatu saat!!!!

Kembali lagi,,tetap teguh pada pertanian terpadu untuk keberlanjutan Negeri Kita!! Hidup Pertanian

# sesi Pengabdian, di Nurul Iman


sedikit berlatar belakang,,ponpes ini sudah berdiri sejak 12 tahun yang lalu, dan memiliki prinsip untuk GRATIS atas semua biaya, baik pendidikan, kesehatan, makanan, dan tempat tinggal. GRATIS ini diterima oleh lebih dari 18000 santri, fiuuuhhhh keren gila,, dengan simpel rahasia yang di pegang erat oleh pendirinya, hanya dengan bekal KEIKHLASAN, pasti Alloh akan menolong hambaNYA. dan hal yang paling yang melatar belakangi didirikannya ponpes ini adalah karena ingin memperbaiki negara Indonesia yang menjadi tanah air untuk kakek neneknya, dan tidak ingin melihat para generasi indonesia menjadi anak jalanan yang terluntang-lantung diluar, atau bahkan menjadi TKI di negara lain. cukup dengan modal ini, 

ketika pertama kali survei ke TKP, saya sempat tercengang dengan kondisi ponpes yang cukup rapi, memiliki sekian industri yang menjadi tulang punggung wirausaha pondok, baik dari industri roti, industri air minum, pemberdayaan ikan dll...(sungguh ponpes rintisan untuk sebuah pertanian terpadu). Dengan biaya nol rupiah untuk para santri, mereka berhak menerima segalanya, fasilitas olahraga, fasilitas ekskul,dll....dan itu semua di bawah pembiayaan dari pimpinan ponpes yang notabennya kelahiran Singapura,meskipun tidak jarang dari Donatur lain yang datang, tapi kl difikir2...dengan 18000 santri, Fiuhhh kembali lagi ke keihlasan.
Disana, santri sangat menegakkan keamanan dan kebersihan pondok, sehingga semua santri wajib piket untuk bersih2 pondok tanpa adanya bantuan bibi pondok atao bapak pondok lain. saya sangat terenyuh ketika mendengar pola makan anak2,, pagi hari hanya sekedar nasi, siang hari nasi+tempe, dan malam hari nasi+sayur, pada awalnya karena hanya mendengar saja hati ini masih biasa, tapi ketika melihat kenyataan.....haduh,,ingin rasanya aku memberi kecap ataupun kerupuk ke mereka,,,makan dengan baki apalagi untuk 5 orang,,jujur saya belum pernah mengalami itu dan saya sangat mnyesal karna selama ini hanya menganggap biasa saat saya makan. Namun, ketika sharing dengan mereka, mereka merasa enjoy dengan semuanya dan senang atas kehidupan selama ini. mereka selalu bersyukur atas apa yang mereka dapatkan.

pada dasarnya saya ingin bercerita panjang lebar, namun saya sadar kawan tidak suka membaca cerita yang panjang...alangkah baiknya manakala saya meringkas. point penting yang mungkin bisa saya sampaikan adalah,,syukurilah apa yang ada sekarang,karena itu jauh lebih baikk nasib kalian dari pada orang lain disana. Apapun kegiatanmu, cita-cita2mu...tancapkan dalam hati, lakukan yang terbaik untuk masalah sekecil apapun,,dan tentu lapangkan hati untuk sebuah keikhlasan, Pasti Alloh akan memudahkan jalanmu.
dan satu hal yang pasti dan saya ingat dari pesan pimpinan pondok itu,,Orang Indonesia itu kebanyakan hanya berfikiran dan menghabiskan energi untuk berfikir jodoh, pacaran, dan nikah saja...all about pasangan. Padahal kalian sebagai anak muda, seharusnya bisa mnggunakan energi yang ada sekarang untuk meningkatkan dan menggali segala potensi diri yang ada, untuk Agama ini, untuk Negeri ini. kalo bukan kita, terus sapa lagi, kalo bukan sekarang, ya kapan lagi, dan kalo bukan disini, dimana lagi....
dan juga, satu hal yang mungkin saya susah untuk mengaplikasikan adalah, ketika pesan itu mengisaratkan bahwa Hape itu adalah "zina kering"....sebuah minimalis kata yang memiliki dalamnya pesan, artinya sih kalo versi saya sebagai orang muda pasti sering menggunakan hape itu untuk hal yang kurang bermanfaat dan berhubungan dengan lawan jenis,,mulai dari hal yang biasa-biasa saja, maka akan timbul zina yang tidak nyata, atau zina kering

Rabu, Januari 18, 2012

#tentang Vertigo


Ini sedikit tentang ceritaku hari ini,

Bangun tidur yang membuat shok untuk hati ini, tatkala melihat keadaan sekitar yang berputar sangat cepat, aduhhh apa ini, apa yang terjadi, lalu saya mencoba memejamkan mata sebentar dan membukanya kembali…oh keadaan masih berputar-putar namun dengan kecepatan yang sedikit lebih lambat, hingga akhirnya saya melakukannya berulang ulang,alhasil Alhamdulillah keadaan sekitar mulai baik.
Saya sedikit mereview otak, kenapa dengan kejadian tadi,apa karna lapar???? Ohhh ternyata tidak, setelah saya mencoba menelan satu lembar roti manis, pusing itu tak jua kelar…saat jalan pun harus hati-hati karna perasaan pusing tidak serta merta langsung hilang. Setelah sharing dengan beberapa teman alhasil mereka menyarankan saya untuk check ke dokter.
Okelah saya pergi untuk check ke dokter disela-sela saya mau menghadapi siding ujian tugas akhir dari sebuah matkul di semester tujuh. Setelah saya bercerita dengan dokter mengenai keluhan saya, saya tidak disuruh untuk berbaring karna khawatir kalo saya berbaring malah gag bisa bangun lagi…oh,NO!! dokter kemudian mengecek tekanan darah, dan hasilnya pun normal 120/80 . ohhh ternyata saya terkena vertigo. Hmmm,,,kayak orang tua ajah ya.. karna emang penyakit ini biasa diderita oleh orang usia diatas 30 tahun.
Ya sudah lah, ini mungkin akibat kesalahan saya dari pola hidup yang selama ini saya jalani.
Saya mengutip dari salah satu website tentang penyebab vertigo, dan menurut saya penyebab untuk penyakit saya ini lebih kepada psikogenik dimana “ penyebab paling banyak, penyebab vertigo non fisik, pola hidup tidak teratur, kurang tidur, memikirkan suatu masalah sampai stress atau tekanan emosional yang tinggi.” . wahhh,,memang benar sekali, akhir-akhir ini fikiran saya full dengan beberapa hal, mulai dari akademik, pengabdian, masa depan, dan lain-lain. Mungkin saya terlalu memaksakan diri saya untuk melakukan hal yang tubuh saya menolaknya.
Wahhh,, padahal beberapa hari kedepan adalah waktu yang sangat sibuk dan melelahkan buat saya,namun saya harus membatasi itu semua. Sebuah perjuangan yang cukup susah ketika saya harus melawan tubuh, sedangkan amanah juga menunggu…….Hari-hari kedepan mungkin akan sangat berbeda, dimana saya harus mencoba meminimalisir kegiatan yang sudah terlist dalam agenda.
Nurul yang santé,,,,wahhh…ega banget yah,,,

Jumat, Januari 06, 2012

Visiku [versi: saya]


Tumbuh dewasa dilingkungan desa nan ramah adalah jalan hidup yang telah ku tempuh,,  Atmosfer indah diliputi kalbu islami adalah nafas terindah yang pernah aku hirup. Keluarga dengan penuh kedamaian mengelilingi jiwa dan ragaku,, serasa hidup mengalir seperti sungai yang tenang. Mimpi dan visi belum terbangun kokoh saat itu, karena keraguan selalu menghampiri bayang-bayang itu… tak kuasa juga menjawab sindiran-sindiran yang akan semakin menciutkan nurani aku untuk ber-VISI

Kini, aku menjadi ikan kecil diantara ikan besar yang berada lepas dilautan,, ombak yang bergelombang terkadang membuatku tidak kokoh untuk berenang,, dan terkadang pula mata ini tak bisa melihat besarnya laut, dan jauhnya daratan yang ingin ku tuju. Terlebih saat badai datang, menghampiri hingga jiwa ini hampir terhampas olehnya

Semua ini akan menguatkanku, menguatkan ragaku untuk terus berenang menyelaminya

Ketika pandangan ini mulai kabur, aku akan tetap tegak berdiri untuk berani menatapnya. Hanya bayang-bayang nuansa masa kecilku dengan segala pemeran-pemeran untuk hidupnya sandiwara kehidupan masa lalu itu yang terus menguatkanku,,, dengan segala harapan-harapanya yang mulai kutulis di lubuk hati. Semoga dengan segala kekuatan dari Sang Pengusa Dunia dan Akhirat ini,, aku mencoba mengazzamkan hati ini kepadaMU atas semua VISI-KU.

Senin, Januari 02, 2012

ini....


ini semua tentangmu,
tentang cerita langit dan laut
yang memiliki sinergi hidup untuk jiwa ini

jikalau memang semua akan indah
pasti aku akan terbang untuk meraihnya
jikalau memang semua akan redup
belum tentu aku akan mundur

aku, dengan segala kesyahduannya,
aku dengan segala keterbatasanya
aku, akan tetap berdiri untuk meraihnya

demi laut dan langit yang akan aku coba

Desember yang baru


akhir tahun 2011, bulan Desember yang baru... 
seminggu mencoba menjajahi Negeri Gajah Putih. Penuh canda, tawa, lelah, senang saya lewati bersama. Bersama kawan, sahabat aku mencoba menapakinya
bertemu dengan sesorang yang belum bisa terbesit sama sekali awalnya, mulai dari alumni negri sakura, sang guru (baca:dosen) dari institusi paling bergengsi di Negeri Indonesia, para peneliti pertanian sebagai perancang untuk kemajuan negeri hingga sosok asli Thai yang sangat ramah,, dan waktu itu aku mencoba mengenalnya satu persatu, menjalin sebuah silaturahmi baru di Negeri orang.
Banyak tempat yang telah dijelajahi, mulai dari mall MBK yang paling tersohor ke-modern'nya, dunia malam Bangkok yang terkenal, pantai Pataya sebagai ikon negeri Thailand, pasar malam untuk para warga asli Thai, pasar malam untuk para turis asing, Kuil yang tak kalah bagusnya dari Borobudur, hingga menikmati perahu penyebrangan. Dan hal yang paling berkesan adalah saat duduk di tengah lapangan pusat kota, melihat pemandangan lampu-lampu yang gemerlapan kota Bangkok, yang disampingnya adalah tempat abu para mayat raja dengan gedung Kerajaan yang megah di depannya. Bercanda-berbincang dengan seorang asli Thailand, bercerita ngalor-ngidul mulai dari keluarga dirumah, masa depan, hingga cerita seputar Thai dulu, dan sekarang. 

Berbagai macam kendaraan tradisional yang ada mulai dirasain, dari Monkey Car,Chatu chak, Bus Van, Krta listrik ataupun taxi motor yang belum pernah saya lihat di Negri saya sendiri.
Tak hanya sampai disitu penjelajahannya,,makanan khas Thai yang sangat berbeda bumbunya sehingga lidah ini agak kaku untuk merasakan pertama kali, hingga berbagai jajanan seafood yang belum saya cobai hingga saya dewasa. Pernah terheran ketika orang Thai menamai makanan tersebut adalah krupuk, padahal kalo dikenal di ngeri sendiri laebih mirip dengan cireng. Dan hal yang paling membuat gak kuat perihal makanan ya porsi minuman untuk orang dalam satu cup itu melebih satu liter,,agak lebaiii kali yah

 Dan hal yang paling membuat aneh berada di Thai adalah kondisinya yang membuat jiwa ini seperti masuk dalam lorong waktu, terkadang ada suasana seperti Indonesia saat usia saya masih kecil, namun di sisi lain terdapat ke-modern'an Bangkok yang sangat jauh berbeda dengan negeri saya sendiri. Inilah sekilas dari perjalanan seminggu saya di Negeri orang untuk pertama kalinya...
 

Blogroll