Senin, Januari 23, 2012

# sesi Pengabdian, di Nurul Iman


sedikit berlatar belakang,,ponpes ini sudah berdiri sejak 12 tahun yang lalu, dan memiliki prinsip untuk GRATIS atas semua biaya, baik pendidikan, kesehatan, makanan, dan tempat tinggal. GRATIS ini diterima oleh lebih dari 18000 santri, fiuuuhhhh keren gila,, dengan simpel rahasia yang di pegang erat oleh pendirinya, hanya dengan bekal KEIKHLASAN, pasti Alloh akan menolong hambaNYA. dan hal yang paling yang melatar belakangi didirikannya ponpes ini adalah karena ingin memperbaiki negara Indonesia yang menjadi tanah air untuk kakek neneknya, dan tidak ingin melihat para generasi indonesia menjadi anak jalanan yang terluntang-lantung diluar, atau bahkan menjadi TKI di negara lain. cukup dengan modal ini, 

ketika pertama kali survei ke TKP, saya sempat tercengang dengan kondisi ponpes yang cukup rapi, memiliki sekian industri yang menjadi tulang punggung wirausaha pondok, baik dari industri roti, industri air minum, pemberdayaan ikan dll...(sungguh ponpes rintisan untuk sebuah pertanian terpadu). Dengan biaya nol rupiah untuk para santri, mereka berhak menerima segalanya, fasilitas olahraga, fasilitas ekskul,dll....dan itu semua di bawah pembiayaan dari pimpinan ponpes yang notabennya kelahiran Singapura,meskipun tidak jarang dari Donatur lain yang datang, tapi kl difikir2...dengan 18000 santri, Fiuhhh kembali lagi ke keihlasan.
Disana, santri sangat menegakkan keamanan dan kebersihan pondok, sehingga semua santri wajib piket untuk bersih2 pondok tanpa adanya bantuan bibi pondok atao bapak pondok lain. saya sangat terenyuh ketika mendengar pola makan anak2,, pagi hari hanya sekedar nasi, siang hari nasi+tempe, dan malam hari nasi+sayur, pada awalnya karena hanya mendengar saja hati ini masih biasa, tapi ketika melihat kenyataan.....haduh,,ingin rasanya aku memberi kecap ataupun kerupuk ke mereka,,,makan dengan baki apalagi untuk 5 orang,,jujur saya belum pernah mengalami itu dan saya sangat mnyesal karna selama ini hanya menganggap biasa saat saya makan. Namun, ketika sharing dengan mereka, mereka merasa enjoy dengan semuanya dan senang atas kehidupan selama ini. mereka selalu bersyukur atas apa yang mereka dapatkan.

pada dasarnya saya ingin bercerita panjang lebar, namun saya sadar kawan tidak suka membaca cerita yang panjang...alangkah baiknya manakala saya meringkas. point penting yang mungkin bisa saya sampaikan adalah,,syukurilah apa yang ada sekarang,karena itu jauh lebih baikk nasib kalian dari pada orang lain disana. Apapun kegiatanmu, cita-cita2mu...tancapkan dalam hati, lakukan yang terbaik untuk masalah sekecil apapun,,dan tentu lapangkan hati untuk sebuah keikhlasan, Pasti Alloh akan memudahkan jalanmu.
dan satu hal yang pasti dan saya ingat dari pesan pimpinan pondok itu,,Orang Indonesia itu kebanyakan hanya berfikiran dan menghabiskan energi untuk berfikir jodoh, pacaran, dan nikah saja...all about pasangan. Padahal kalian sebagai anak muda, seharusnya bisa mnggunakan energi yang ada sekarang untuk meningkatkan dan menggali segala potensi diri yang ada, untuk Agama ini, untuk Negeri ini. kalo bukan kita, terus sapa lagi, kalo bukan sekarang, ya kapan lagi, dan kalo bukan disini, dimana lagi....
dan juga, satu hal yang mungkin saya susah untuk mengaplikasikan adalah, ketika pesan itu mengisaratkan bahwa Hape itu adalah "zina kering"....sebuah minimalis kata yang memiliki dalamnya pesan, artinya sih kalo versi saya sebagai orang muda pasti sering menggunakan hape itu untuk hal yang kurang bermanfaat dan berhubungan dengan lawan jenis,,mulai dari hal yang biasa-biasa saja, maka akan timbul zina yang tidak nyata, atau zina kering

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll