Tumbuh dewasa dilingkungan desa nan ramah adalah jalan hidup yang
telah ku tempuh,, Atmosfer indah
diliputi kalbu islami adalah nafas terindah yang pernah aku hirup. Keluarga
dengan penuh kedamaian mengelilingi jiwa dan ragaku,, serasa hidup mengalir
seperti sungai yang tenang. Mimpi dan visi belum terbangun kokoh saat itu,
karena keraguan selalu menghampiri bayang-bayang itu… tak kuasa juga menjawab
sindiran-sindiran yang akan semakin menciutkan nurani aku untuk ber-VISI
Kini, aku menjadi ikan kecil diantara ikan besar yang berada lepas
dilautan,, ombak yang bergelombang terkadang membuatku tidak kokoh untuk
berenang,, dan terkadang pula mata ini tak bisa melihat besarnya laut, dan
jauhnya daratan yang ingin ku tuju. Terlebih saat badai datang, menghampiri
hingga jiwa ini hampir terhampas olehnya
“Semua ini akan menguatkanku, menguatkan ragaku untuk terus berenang
menyelaminya”
Ketika pandangan ini mulai kabur, aku akan tetap tegak berdiri untuk
berani menatapnya. Hanya bayang-bayang nuansa masa kecilku dengan segala
pemeran-pemeran untuk hidupnya sandiwara kehidupan masa lalu itu yang terus
menguatkanku,,, dengan segala harapan-harapanya yang mulai kutulis di lubuk
hati. Semoga dengan segala kekuatan dari Sang Pengusa Dunia dan Akhirat ini,,
aku mencoba mengazzamkan hati ini kepadaMU atas semua VISI-KU.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar