Sabtu, Oktober 15, 2011

kado, untukmu




Wahai adikku,
Jadilah seperti harapan kedua orang tua kita, yang telah diikrarkan dalam nama’mu
Begitu indah arti yang dimilikinya,, seorang “pemimpin agama”

Berperangailah sesuai dengan usiamu, 
Dengan baik budimu, dan cerdas caramu untuk memutuskan suatu perkara

Aku, yang seharusnya menjadi teladan yang baik untukmu, mungkin saat ini belum bisa memenuhinya.  Tapi, yakinlah kau yang terbaik untukku..
Di setiap langkahku, kamu ada dalam bayangnya 

Love you Faridh Amiruddin
Bogor, October’ 16th 2011

Jumat, Oktober 07, 2011

Strategi Peningkatan Ekspor dan Daya Saing Agroindustri



Strategi Peningkatan Ekspor dan Daya Saing Agroindustri
Sabtu, 24 September 2011
Di IPB International Convention Center
Pukul 14.15 s.d 16.30 WIB

Pembicara           : 1. Prof. E. Gumbira Sa’id (IPB)
                                  2. Arif Safari (Direktur Utama Sucofindo)
                                  3. Budhi Wibowo (Eksportir, Penulis Buku)
Moderator          : Dr. Taufik Djatna

Pembicara 1
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) membutuhkan loncatan yang jauh kedepan. Maka Fokus MP3EI adalah pada delapan program utama, yakni: Pertanian, Pertambangan, Energi, Industri, Kelautan, Pariwisata, Telematika, dan Pengembangan Kawasan Strategis. Terdapat 9 kegiatan ekonomi utama yakni Pertanian, Pangan,  Makanan dan Minuman, Perikanan, Peternakan, Perkayuan, Kelapa Sawit, Karet,  Kakao, dan Pariwisata (Eko-Agro-Wisata).
Devisa terbesar untuk bidang agroindustri adalah dari sektor perkebunan, dan hal ini yang akan membawa Indonesia maju dalam ranah pertanian. Dalam pengembangan ekonomi berbasis agrotechnopreneurship, maka dalam bidang agrowisata akan berpengaruh terhadap peningkatan devisa dan kesehatan, dalam bidang agribisnis sendiri akan mempengaruhi peningkatan produksi dan produktifitas, sedangkan agroindustri akan  berefek terhadap peningkatan nilai tambah dan mutu. Untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam agrotechnopreneurship, maka dibutukan suatu transformasi agroindustri dari ide produk hingga sampai kepada perencanaan bisnis. Dalam hal ini, pemerintah adalah suatu actor yang memiliki peranan sangat penting.
Saat ini, dari klaster industri agro, maka buah-buhan baru mulai untuk muncul, namun langkahnya sudah sangat tersasa. Sedangkan dari sub sektor perkebunan, maka minyak sawit yang masih menduduki peringkat pertama.  
Pembicara 2
Saat ini, daya saing Negara Indonesia dapat dikatakan menurun. Meskipun pemerintah telah berusaha melakukan perbaikan namun dengan cara lambat sehingga masih saja akan ketinggalan dari Negara lain. Sebuah paradigma industrialisasi nasional memberikan kontribusi yang cukup besar dalam sektor pertanian, manufaktur, dan jasa. Semua ini tidak berkembang dengan baik. Berdasarkan pengalaman dari Negara maju, suatu Negara akan maju jika pertaniannya maju, baru beralih ke sektor industri ataupun antara sektor pertanian dengan sektor industri berjalan secara parallel. Namun keadaan ini tidak terjadi di Negara kita, Indonesia.
Dunia mengalami perubahan paradigma, yakni permintaan dunia tentang Quality of Product telah bergeser menjadi Quality of life. Dalam hal ini artinya dunia telah memiliki perhatian lebih terhadap lingkungan, HAM yang mencakup perhatian kepada masyarakat lokal, pemenuhan dan perlindungan terhadap hak buruh dan pekerja, tata kelola (governance), demokrasi dan keterbukaan (transparancy). Seperti contoh Produk Kehutanan  membutuhkan sertifikat Hutan Lestari FSC, PEFC, VLO, Lacey Act (USA), Timber Regulation (EU), Green Konyuho (Jepang). Produk Perikanan membutuhkan Catch Certificate  & Health Certificate, Produk Pertanian/Perkebunan membutuhkan RSPO untuk Palm Oil dan EU Directive untuk beberapa produk pertanian yang akan diberlakukan secara bertahap.
Kita memerlukan sebuah hilirisasi agroindustri, tidak hanya mengekspor untuk raw material saja, akan tetapi sebuah raw material yang sesuai dengan standar-standar permintaan Negara tujuan. Sedangkan masalah yang paling berperan adalah mengenai infrastruktur. Infrastuktur ini merupakan kunci untuk perbaikan Indonesia kedepannya, baik untuk jalan, kereta api, maupun laut. Adapun strategi yang bisa dilakukan adalah membangun kerjasama antara pemerintah dan NGO. Dengan cara meyakinkan kepada pihak industri untuk melakukan standarisasi produk, setelah warga Indonesia yakin dengan standar tersebut, maka pasar diluar akan secara sendiri yakin dengan standar yang ada di Indonesia. Selain itu harus diperhatikan juga dari aspek industri on farm dan off farm.
Pembicara 3
MEMANFAATKAN FTA ( FREE TRADE AREA) UNTUK PENGEMBANGAN PASAR EKSPOR AGRO INDUSTRI NASIONAL
Terdapat poliemik FTA yakni terdapat pihak yang menentang dan setuju terhadap perjanjian ini. Pihak yang mendukung beranggapan bahwa adanya perdagangan bebas akan memperluas pasar ekspor Indonesia, sedangkan pihak yang menentang beralasan mereka khawatir bahwa Indonesia akan kebanjiran dengan produk-produk China. Setelah 1.5 tahun ACFTA berlangsung maka menggambarkan hasil bahwa beberapa industri kecil mengalami kemunduran atau bahkan kebangkrutan, namun juga berdasarkan hasil data statistik menunjukan bahwa ekspor di Negara Indonesia naik hingga 38 % dan impor menurun hingga 18%. Berbagai produk Indonesia muncul sejalan dengan CAFTA, diantara sebagai contoh adalah Surimi.
PENTINGNYA DEREGULASI IMPOR BAHAN BAKU  AGRO INDUSTRI UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING AGRO INDUSTRI DIPASAR GLOBAL
Permasalahan utama yang sering terjadi pada AgroIndustri  adalah ketergantungannya  kepada supplai bahan baku yang jumlahnya sangat terbatas,  bersifat musiman dan mudah rusak. Tidak cukup dari wilayah sekitarnya saja, harus mendatangkan  bahan baku dari daerah lain,  yang  cukup jauh lokasinya,  bahkan terkadang  harus mendatangkan dari luar negeri. Beberapa pihak  merasa khawatir  impor bahan baku tersebut akan merugikan ribuan petani dan nelayan yang  juga memproduksi bahan baku tersebut. Mereka beranggapan bahwa adanya impor tersebut akan menyebabkan turunnya harga di pasar lokal,  yang akan sangat merugikan petani dan nelayan.  Pihak yang sering “mengatas namakan” petani dan nelayan tersebut selalu berusaha agar pemerintah melarang atau membatasi impor bahan baku Agro Industri.
Di sisi lain, tidak cukupnya supplai bahan baku dari dalam negeri akan menyebabkan kehancuran sebagian agro Industri Nasional.  Dengan diberlakukannya  pembatasan Impor bahan baku Agro Industri maka akan banyak agro Industri yang tutup karena kekurangan bahan baku.  Seperti contoh adalah industri udang, ikan tuna, dan ikan sarden. Kebutuhan udang tidak cukup memenuhi permintaan industri udang yang menyebabkan harga udang Indonesia sangatlah mahal. Hal lain juga dialami oleh permintaan ikan sarden yang hanya mampu dicukupi 60% saja, dan industri berbahan baku ikan tuna yang hanya mampu dicukupi sekitar 40% dari total permintaan. Adapun salah satu solusi permasalahan yakni dengan impor bahan baku. Namun dalam hal ini pemerintah menolak impor dengan alasan akan menghancurkan petani. Bahkan justru dengan tidak tercukupinya kebutuhan bahan baku ini akan menghancurkan ribuan karyawan yang bekerja pada sektor industri. Inilah kebijakan yang salah yang diambil oleh pemerintah tanpa memperhatikan pada berbagai pihak lain yang justru kemaslahatan banyak pihak.

Hasil diskusi:
Kebijakan pemerintah terkait masalah ekspor impor harus diputuskan dengan sebuah pembelajaran dari berbagai pihak, tidak hanya dengan dari satu pihak saja. Terdapat pembatasan impor, yakni hanya boleh mengimpor untuk kategori bahan yang siap dikonsumsi seperti buah-buhan, bukan dengan mengimpor bahan baku seperti CPO. Namun lebih baik untuk pendirian industri hilir yang lebih dekat dengan bahan baku.
Saat ini, permasalahan yang terjadi di China adalah tenaga kerja yang sudah jauh lebih mahal. Hal ini akan memberikan peluang relokasi perusahaan China di Indonesia. Merupakan sebuah kesempatan yang bagus untuk kemajuan agroindustri di Indonesia. Di sisi lain, pemerintah juga semestinya memberikan edukasi terhadap para pelaku industri bahwa kualitas sebuah produk adalah hal penting. Kualitas produk harus sesuai dengan standar-standar agar produk dapat diterima di Negara tujuan. Dan hal ini yang justru sering menjadi masalah yang diabaikan oleh pelaku industri.
Kesimpulan akhir oleh Bapak Irawadi
Kebijakan industri nasional adalah hal yang penting. Kita mengekspor bahan mentah yang bisa dikonsumsi langsung, dan kita larang keras bahan baku yang akan diolah kembali. Apabila terdapat peraturan WTO, maka sebaiknya kita investasi di down stream dengan mengikuti home way investment.
Strategi utama pemerintah semestinya adalah membenahi bibit untuk mensuskseskan bahan baku. Menggerakkan nilai tambah dari sektor bahan baku tersebut. Kebijakan industri juga harus mendapatkan dukungan penuh dari segala pihak terutama pemerintah. Bukan dengan cara melindungi petani kita menyelesaikannya, akan tetapi dengan menjadikan industri itu kuat yang nantinya akan dapat saling bersaing dalam segi positif. Dari pihak pemerintah juga semestinya membenahi kebijakan moneter, kebijakan fiscal dan undang-undang. Mari tumbuh kembangkan agroindustri di Indonesia.



By. Nurul Fitri R (Notulen)
 semester 7 Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian

Selasa, Oktober 04, 2011

kata-kata



Intinya, predikat jomblo jauh lebih mulia kalo kamu menghindari pacaran karena takut dosa. Menjadi jomblo jauh lebih bermartabat kalo itu diniatkan menjauhi maksiat. Bukankah hidup ini cuma sementara saja? Jadi rugi banget kalo hidup sekali dan itu nggak dibikin berarti. Jadi kalo ada yang rese dengan kamu karena status jomblomu, katakan saja ‘jomblo is my choice, so what gitu loh!’. Hidup jomblo!


hmmmm,,, bener2 punya inspirasi baru dari tulisan itu. Trimakasih untuk si pelaku penulis kata-kata tersebut, kaulah inspirasi terbesar untuk diriku saat ini. 

aku janji,, takkan ada lagi kata manja dalam diriku,, aku akan menjadi seseorang yang terbaik untukmu,nantiiiiiiii



love you so much, sang petualang kehidupan

Senin, September 26, 2011

#Biru yang selalu bersinar#

angin bernada dengan ramah,
mampu menjawab semua tanya,
yang tersimpan jauh dalam benak

makasih,kau datang saat aku berharap
dengan semua jenuh yang telah dia buat

wahai biru...
izinkan aku meminta
padaNYA aku berpadu
agar engkau selalu bersinar
dalam gelap bayangan

Jumat, September 23, 2011

.Rasa




ukiran rasa mulai tertancap
dalam sebuah bingkai kehidupan
sebagai warna akan cita

ku rasa engkau begitu indah
memancar makna sejuta hati

lakumu nan permai di taman
dengan beraneka dari bunga
sebuah asa yang selalu hinggap
terbang..melayang di awan

namun, aku tetep teguh
dengan tongkat pendirian


Senin, September 12, 2011

# Biru

tentang sesuatu yang bergelombang di samudra
mencoba menghantam pasir di muka

walau warna begitu merona,
ada putih, abu, coklat, merah, dan hijau
aku akan tetap padamu biru

Biru,
kau indah di samudra ini
kau menawan di langit sana
perisaimu menampakkan cahaya


dengan hati bejibaku, aku padamu

Kamis, September 08, 2011

.semester7


Semester 7
akhirnya kembali juga saya untuk berbagi tentang sesuatu, di sini. Di sela waktu mulai untuk saya menginjakkan kaki di semester 7. bagi kebanyakan orang, semester 7 adalah semester untuk memulai penelitian dan waktu padat dengan ujung tombak tugasnya itu.Namun untuk saya dan beberapa teman satu jurusan dengan saya, semester 7 adalah semester padat dengan kuliah dan tugas. Kita dituntut untuk mengerti tujuan, visi dan misi dari departemen kita. yah....buat saya pribadi, semster 7 ini adalah waktu untuk saya bisa bener-bener fokus dengan kuliah, tak mau di ganggu dengan sesuatu yang lain yang tidak terlalu berhubungan dengan masa depan saya nanti.
Tadi malam semoga merupakan cahaya pembuka untk semua niat saya. Saya mendapatkan nomor kontak teman yang insya alloh saat ini seperjuangan. Seperjuangan untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait KFUPM...dan semoga saya bisa berada di sana,mengenyam pendidikan lebih dengan kondisi yang berbeda. tapi perjuangan untuk mendapatkan suasana yang demikian tidak lah mudah, perlu prinsip man jadda wa jada serta hiasan kesabaran yang penuh dari jiwa dan hati ini. Butuh pengorbanan lebih untuk mendapatkan sesuatu yang lebih... dan kita perlu sedikit usaha melebihi rata-rata.

ngomong-ngomong tentang impian saya....
kemaren di rumah saat masa-masa lebaran sekaligus liburan, ibu yang menjadi tegaknya mimpiku ini menyelipkan sebuah keinginan mendalam untuk bisa mendirikan sebuah Supermarket. Hal ini terinspirasi dari sebuah toko yang menjadi pengais rezeki keluarga saya semenjak saya masih bayi.. toko kecil yang berukuran 5 x 5 meter berisi padat dengan dagangan kiranya membutuhkan suuasana yang lebih besar untuk lebih bisa didekatkan dengan para pelanggannya. itulah impian ibuku yang sekaligus berefek kepadaku.. semoga saya bisa mengabulkannya.
sebenarnya entah suatu job yang spesifik untuk saya nanti belum saya fokuskan. tapi yang pasti saya ingin menginjakkkan kaki di luar negri, belajar di sana. karena sejujurnya saya belum siap untuk kerja...belum kebayang.
tapi bisnis yang kini mulai mendekati saya adalah tentang pepaya Callina. mulai dari penjualan benih, hingga memasarkan dalam produk segar mulai datang. semoga semua telah memiliki jalan yang benar, dan saya akan tetap peduli dengan yang lebih membutuhkan.

Senin, Agustus 22, 2011

memang saya saya suka memandang langit, namun hanya untuk sekejap. karena tatkala saya memandangi terus, rasa gemetar di hati karena takut selalu ada...takut akan kekauasaan Alloh, dan menggap diri ini sangat lemah.
aku memang suka laut. laut adalah hiburan yang selalu akau rindukan dikala jauh di perantauan. melihat laut yang lepas dengan gelombangnya seakan membawa pergi semua masalah yang hinggap di hati dan fikiran,,,
aku memang suka gunung...dengan panorama hijaunya mengahadirkan ketenagan dalam jiwa

dan kini,saya sedang bermimpi untuk bisa secara langsung berkunjung ke Bosscha, tempat dimana bisa melihat bintang dengan dekat, keindahan angkasa yang hingga sekarang belum saya nikmati
ingin sekali diri ini untuk pergi kesana, tapi kesempatan waktu dan pihak yang mengajak belum hadir. dengan siapa saya akan ke sana kelak???? haha tak tau, wallohu a'lam

saya juga ingin pergi ke karimunjawa, sebuah lautan lepas di daerah Pati, Jawa Tengah yang katanya bisa ditempuh hanya beberapa menit dari tempat teman saya.

huahhhhhhhh,,,, pertanyaan yang muncul, dengan siapa saya akan pergi kesana???

apakah dengan sang penulis blue sky itu,,,semoga ya Alloh........amiiiiiiiin

Minggu, Agustus 21, 2011

.bersama FBI

perjalanan hari ini sungguh luar biasa, pagi yang diwarnai dengan parciva, dan siang yang diwarnai dengan panti asuhan
panasnya bogor dikala siang hari, macetnya jalan karena ada ''shock market", letihnya fisik karena puasa tak akan pernah bisa menghalangi semangat untuk runtuh....

FBI__________
ya, merupakan independen islami yang bergengsi di Fakultas favorit Institut Pertanian Bogor,Fakultas Teknologi Pertanian tentunya
Hari ini saya ikut dalam rangkaian kegiatan FBI yang telah dirancang lebih dari 2 bulan yang lalu. Parciva atau pembagian sembako ke beberapa keluarga yang tak mampu di lingkungan kampus mengahasilkan pelajaran berharga untuk diri saya sendiri. melihat realita kehidupan para warga yang serba kekurangan sangat membuat saya bersyukur dengan apa yang Alloh telah berikan pada saya selama ini. rasa terima kasih yang beliau haturkan kepada kami semua sungguh mengiris hati ini, dan sejak itu saja bertekad...'semoga Alloh selalu memberi ketetapan hati untuk selalu bisa memberi, dan saya akan bertekad untuk menjadi orang yang bisa selalu memberi...,amiiiiiiin ya Alloh.

siang harinya, tepat jam satu saya juga harus kembali berjalan melawan udara panas untuk berjalan di jalan Alloh. kembali lagi untuk melanjutkan rencana FBI menyalurkan bantuan dana ke panti asuhan yatim piatu di daerah Cibadak. kegiatan yang di awali dengan briefing di angkot (untung ga ada penumpang lain) akhirnya menghasilkan sebuah acara kecil yang indah. acara bertemu dengan adek2 kecil nan ramah itu sangat luar biasa. guyonan dari berbagai tingkah unik, ada yang rajin belajar, ada yang ngantuk, ada yang rajin bekerja, dan ada pula yang kalem dengan gaya khas anak kecilnya. Rangkaian acara pun berjalan dengan baik, karena sang MC merupakan salah satu pengajar Birena,untung......

karena waktu menunjukan pukul 3 sore, rangkaian acara di panti harus disudahi. tapi sebenarnya ingin sekali hati ini tetap tinggal lebih lama di sana. terpaut hati ini pada panti.........
pokoknya suatu saat saya akan kembali lagi kesana. Dan dari sana juga saya memiliki mimpi untuk bisa mendirikan panti asuhan anak yatim-piatu, bersama suami saya nanti...

sehari bersama FBI,memberi warna berbeda buat hariku>>>>

Senin, Juli 25, 2011

ngaco


Hari ini,
Ku dengarkan lagu-lagu yang tak jauh berbeda dengan apa yang aku rasakan terhadapmu.
Engkaulah bintang dihatiku yang selalu menyinari hari-hari ku..
Ku mencintaimu dengan segenap jiwa ini.

Cinta ini, tak perlu engkau ragukan
Memang mungkin saat ini, sedikit noda menghantam tulusnya hatiku kepadamu,
Tapi semoga ini hanya sesaat, dan akan hilang, melebur tak lama lagi

Namamu, selalu terngiang di fikiran ini
Tak sedikitpun luntur dengan segala fikiran-fikiran yang lain

Sekarang mungkin jarak kita terbentang lebih dari 1000 km, karena engkau sedang berada di pulau sebrang untuk membawa nama baik almamater kita
Semoga engkau sukses dengan citamu
Dan aku pun sukses dengan tanggungjawabku disini untuk penyeleseaian studi
Kelak beberapa tahun lagi, kita kan bersama
Mengikrarkan janji di hadapan para malaikat pencatat amal untuk bersama menjalani roda kehidupan ini, dalam jalan ridhonya.

Semoga cinta yang ada ditempatkan jalan yang benar. Amiiiiiiiiiiiennnn



diHari raya Mingguan Islam, 11.44 am

Hadiah untukMu (Bapak Edi S)



Secuil kisah dari desa Madukoro, Banjarnegara
Ini fakta, tanpa unsur dibuat-buat sebagai hadiah cerita untuk Pak Edi Suswono Sang Maestro Salak Banjarnegara.
Hidup dimasa tua kebanyakan orang dihabiskan untuk beristirahat menikmati keindahan alam sang kholik, memetik cerih payah semasa hidupnya, dan bermain bersama dengan anak cucu. Namun hal ini tidak dihadapi oleh sang kakek Edi. Beliau yang lahir pada tahun 1966 atau terhitung sejak ditulisnya cerita ini pada juni 2011 ( alias 55 tahun), beliau masih hidup dengan semangat gaya anak muda yang suka tantangan dan tak mudah menyerah, jiwa social petaninya telah mendarah daging dalam dirinya.
Bisalah anda sebagai pembaca untuk menyimak sedikit cerita saya selepas berbincang-bincang selama 3 jam non stop kediaman beliau (namun kini saya tak akan bercerita tentang sejarah salak):
Masa muda yang beliau jalani adalah sangat unik dan patut menjadi contoh untuk para generasi sekarang. Diawali dengan cintanya didunia pertanian, beliau pernah mencoba beberapa bisini dan ratusan juta pernah beliau habiskan untuk memenuhi hasrat suka tantangannya. Pernah beliau berkunjung ke kabupaten Batang (dekat dengan pati, Jawa tengah) untuk studi mengenai beternak lebah. Dari hasil sharing dari pihak wiraswasta lebah di batang beliau akhirnya membawa pulang 1 mobil lebah yang menghabiskan uang kurang lebih 100 juta. Ditengah perjalanan, beliau dihadang oleh polisi karena tercurigai membawa barang yang aneh. Mobil yang ditumpanginya pun berhenti dan beliau keluar dari mobilnya, dengan santai baliau menjawab pertanyaan dari Polisi dan polisipun bersiap untuk menyita STNK dari beliau, namun tak disangka 1 gundukan lebah yang terdapat di mobil keluar dan menyerang polisi, secara kaget pun polisi langsung beranjak pergi dan mempersilahkan beliau untuk melanjutkan perjalanan. (Hahahha……. Ketawa geli saya mendengar cerita ini, dan punya sebuah pelajaran nakal, kalo bepergian mending bawa lebah saja kali yah….ayayyayaa, ide cemerlang)
Sampai dirumah akhirnya beliau setiap hari merawat lebah, dan disekeliling rumahnya beliau pasang kandang lebah dengan harapan mendapatkan madu yang banyak dan bisa dijual dengan harga yang tinggi. Namun sialnya segala rencana bisnisnya tidak berjalan mulus, beliau mendapat kerugian karena hasil panen madu lebah tidak banyak dan dengan hati yang tidak sabar dalam merawatnya akhirnya beliau menyerahkan lebah-lebah tersebut ke Perhutani. Pihak perhutani pun menerima, dan merawat lebah tersebut di daerah dataran tinggi yang jarang penghuninya, namun tetap diawasi. Dan lebih lucunya tiba-tiba angin puting beliung menyerang kandang-kandang, dan menghabis luluhlantahkan seluruh kandang lebah….yahhh akhirnya tak tersisa sedikitpun dari kandang lebah dan lebahnya pun entah terbang kemana.
Selanjutnya beliau menceritakan tentang pengalaman lain di dunia petaninya, beliau pernah bertani melon, cabe dll. Namun yang paling intens diceritakan adalah saat menanam cabe. Entah dari mana ide ini muncul dengan jiwa tantangannyanya yang tak pernah luntur beliau mencoba menanam cabe rawit jenis cengis yang terkenal pedas. Untuk mewujudkan itu, beliau harus mengubah seluruh struktur tanah di sawahnya, dan membuat susunan polibag yang diisi dengan bibit cabe. Secara perhitungan, maka hasil akan menunjukan nilai panen yang besar dan keuntungan semakin mendekat. Namun pada saat panen, analisis financial menunukan perhitunga yang meleset. Harga cabe yang rendah pada saat dilakukan panen, habis oleh biaya tenaga kerja saat pemetikan. Yahhhh….hati marah mencuat dalam dadanya, sehingga dalam waktu itu juga beliau menghancurkan seluruh lahan tanaman tanpa tersisa sedikitpun, padahal sisa panen yang belum dipetik mencapai 250 kg. Andaikata beliau bersabar sedikit, maka akan hasil panen akan mencapai Rp. 10.000 kg per kilo dan beliau akan mendapat untung dari 250 kg cabe yang tersisia. Yahhh,nasi sudah menjadi bubur kata beliau…mau apalagi>>>
                Dari sekian banyaknya pengalaman, hal yang paling merugi banyak adalah tentang bisnis salaknya yang hingga mencapai nominal ratusan juta rupiah. Baru-baru ini beliau mencoba mengirimkan salak ke daerah sumatera utara, yakni lubuk linggau dan sekitarnya. Karena beiau tidak mempertimbangkan metode distribusi ke daerah yang jauh, yakni memerlukan perjalanan 2 hari dua malam, beliau mengirimkan 3 ton salak ke medan. Sesampainya disana hanya 250 kg yang masih utuh,namun yang lain telah membusuk dan tidak layak untuk dikonsumsi. Apabila dihitung dengan nominal uang…berapa ratus juta yang melayang dan harus beliau tanggung>>>> pertanyaan yang tidak usah dijawab namun perlu direnungi. Akhirnya sang pendamping hidup alias si Ibu agak sedih dengan musibah ini. Akhirnya beliau membawa sang istri ke daerah bencana merapi di Jogja,,, “silahkan Bu..lihat penduduk di sekitar sini, harta mereka telah luluh lantah, cobaan yang Alloh berikan ke kita tak sebanding dengn hancurnya desa mereka yang kini menjadi lautan padang pasir…” . Sebuah pelajaran hidup yang sangat menyentuh hati dari hasil pemikiran beliau terhadap pendengar seperti saya ini.Rasa syukur yang beliau patut dan sangat perlu dilestarikan dihati para pemuda.
                Kembali beliau cerita dalam beberapa decade ke belakang. Saat usia masih umur 40 tahunan, beliau mendapat tawaran menarik dari dinas pertanian daerah Banjarnegara untuk menjadi ketua di daerah terpencil sana, membuat daerah pertanian dengan system tersering. Dukungan penuh diberikan oleh pemerintah demi perlombaan tingakat propinsi. Namun beliau merasa risih dengan sebuah dukungan, beliau lebih senang dengan sebuah tantangan. Disana beliau mengajari para petani padi yang memiliki berbagai watak yang berbeda, beliau sendirian dengan visi dan pemikiranyya, dengan sabar beliau mengedukais masyarakat secara setahap dan dengan hamtan yang muncul dari beberapa warga. Dalam hati beliau, hasil pasti akan mengikuti proses koq….alhasil,,setelah beberapa kali penilaian, akhirnya daerah tersebut keluar sebagi juara terasering nomor 1 di Indonesia. Dan gapoktan didaerah tersebut masuk keranah televise Indonesia dan berhasl melambungkan nama Beliau. Selepas angin berita mulai berlalu, pemerintah sudah tidak peduli dengan sebuah jura, beliau mulai tersingkir dan kembali ke daerah asal sebagai orang biasa.
Ada sebuah cerita menarik dari Beliau. Beliau pernah diundang oleh TVRI di semarang untuk siaran petani. Beliau disuruh untuk menggunakan pakaian petani kesawah. Secara tegas beliau menolak, “ saya nggak mau pakai baju seperti itu. Sedih saya melihat petani dengan pakaian seperti itu masuk ke siaran televise. Seakan-akan member image bahwa petani itu jorok, tida bersih, mskin…lalu apa pandangan para penonton, pasti anak bangsa tidak mau menjadi petani, dan akan jadi apa bangsa ini”,kata beliau pada waktu itu. Saat saya mendengar cerita itu, terenyuh hati ini akan ketegasan beliau dan memang benar saat sekrang mana ada sih anak bangsa yang mau jadi petani… tapi dalam hati pribadi sih, saya ingin kayaknya deh menjadi petani tulen, tapi dengan kebun yang luas dan hasil panen yang kontinu karena melihat bergesernya zaman sekarang. Menyukai back to nature……memang perdaban selalu berubah.
                Kini beliau mempunyai rencana untuk mendirikan kembali sebuah asosiasi para petani. Keinginan hati beliau diwarkan kepada saya selaku mahasiswa yang masih muda dan memiliki image tersendiri dimata masyarakat untuk membantu mewujudkan keinginannya. Sebenarnya sih dalam hati saya takut pak menerima tawaran seperti itu, tapi ya bagaimana lagi selagi dimulai dengan sebuah niatan tulus pasti aka nada jalan dan selalu mendapat ridhonya. Semoga Hati-hati sang pembaca akan ikut mendoakan saya, teman partner Praktek Lapang saya, dan Beliau sang inisiator ide demi sebuah peradaban yang lebih baik.


Sang Pahlawan dari Banjarnegara






Sebuah Kisah Sejarah Salak Banjarnegara
Siang hari yang panas,tepatnya jam 12.45 motor yang saya tumpangi dengan teman saya menuju sebuah rumah di bagian atas Madukoro. Disana tinggal pasangan kakek nenek yang sudah memiliki cucu berwisuda (sudah cukup tua kan…). Dialah kakek Edi dengan istrinya.
Kita memang belum kenal, tapi kek Edi dengan ramah menyambut kami, muka berseri dengan senyuman indah daari lesung pipinya membuat senang untuk bertamu buat kami. Itulah sapaan terindah untuk seorang tamu…
Diawali dengan niatan datangnya saya dan teman saya ke desa Banjarnegara yakni mempelajari pasca panen buah Salak, beliau justru langsung bercerita panjang tentang sejarah salak di Banjarnegara.
Jadi Gini ringkas ceritanya….
Sejarah salak di Banjarnegara dimulai dengan tanaman lokal salak asli Banjarnegara dengan karakteristik buah yang memiliki rasa agak kecut, fisik tidak terlalu bagus apabila dibandingkan dengan salak saat ini. Penanaman salak local dimuali pada sekitar tahun 1974.
Hingga akhirnya sekitar tahun 1988, ada seorang pemuda daerah yang memiliki jiwa untuk terus berkembang dengan visi pertanian dihatinya. Memang pada awal idenya muncul semenjak beliau mengikuti Expo produk Pertanian Jawa Tengah di Hotel Borobudur, Magelang. Disana beliau bertemu dengan seorang dosen dari Universitas ternama di Yogyakarta. Olehnya Beliau diajak untuk berkunjung ke sentra Salak, Sleman. Beliau diajak untuk bertemu dengan Kepala desa setempat untuk melihat-lihat perkebunan salak dan produk Salak, dan pada saat itu beliau belum terinspirasi sama sekali dengan ide salak pondoh.
Selepas kepulangan dari Expo pertanian, beliau kembali ke desanya dan lebih sering mendapat kunjungan dari beberapa pihak terkait pembibitan salak Banjarnegara, mulai dari kalangan pemerintah, akademisi ataupun warga setempat. Melihat fenomena yang demikian, Edi memiliki perasaaan gundah,kalo keadaan terus demikian apa jadinya….akhirnya beliau mencoba mengajak 1 kelompok tani di sekitar rumahnya untuk berkunjung ke daerah Sleman, studi mengenai penanaman, pembibitan serta berbagai hal tentang salak pondoh, Sleman. Kepulangan dari sana beliau membawa 100 batang pohn salak untuk ditanam di sekitar desanya. Berawal dari sinilah salak pondok di tanam di Banjarnegara.
Tak semudah yang dibayangkan untuk mulai merealisasikan rencana beliau, karena beliau harus mendapat tekanan dari berbagai pihak terutama dari pemerintah, dalam hal ini bupati Banjarnegara. Namun dengan gigihnya beliau bisa mengganti salak local dengan salak pondoh di daerah ini sejalannya dengan waktu. Faktor utama yang menyeabbkan yakni hasil panen salak pondoh lebih diterima oleh pasar karena rasanya yang lebih manis.


Madukoro, Banjarnegara @ 7.10 pm
By.  Nurul   

Kamis, Juni 16, 2011

Perjalanan Panjang





Perjalanan panjang,,,mungkin kata itu yang sesuai dengan perjalanan saia semalem.
Hal ini start dari Bogor selepas ujian salah satu Mata Kuliah yang cukup berat di semester ini untuk departemen saia, karena menuntut para mahasiwa untuk menjadi seorang manajer produksi yang benar2 mengerti sebuah permasalahan.
Qodarulloh saia tak sendiri selama perjalanan, meskipun teman saia ini berpisah di tengah jalan.
naik angkot yang macet di perjalanan Dramaga-Stasiun. akhirnya berbuah manis jua karena KRL eko AC langsung berangkat saat saia beli tiket Rp 5.500,00 itu....tak seperti biasanya saia harus menunggu KRL kurang lebih selama 45 menit.
setelah nanya-nanya dengan orang2 sebangku di samping saia, ''kira2 berapa lama lagi yah sampai di Pasar Minggu...?", paling 3 stasiun lagi mbak,jawab orang itu.
akhirnya setelah beberapa menit sampe juga di Pasar Minggu,,,sempet juga salah keluar karena buru2 tapi dengan nanya ke pak penjaga stasiun akhirnya bisa nemuin angkot kopaja 75 itu juga.

wahhh,,kebut-kebutan tu si angkot karena mungkin waktu menunjukan mahrib kali yah....ya sudah lah saia berusaha tenang supaya tidak keblandrang p.sopirnya dengan mengingatkan si kernet.
tepat mahrib, tenggg saia sampai di LIPIA (Lembaga Ilmu Pendidikan Islam Arab) atau seing dikenal dengan kampus Arab oleh orang-orang sekitar lingkungan kampus itu. ya check out langsung menuju kosan temen yang saia tuju , namun sempat sebelumnya kebingungan cara menyebrang...hehe,,untung ada mba-mba yang juga mau nyebrang jadi ikut ngintil deh.heheh
kembali ke tujuan awal saia adalah jemput temen saia yang sakit, dan diaanter pulang...belum nyampe 10 menit dikosannya dia, saia dan dia harus langsung cabut ke lebak bulus karena bis yang mengantar dia pulang ke jawa berangkat jam 18.30 ontime.
*********************************************************************
*********************************************************************
*********************************************************************
*********************************************************************
tepat jam 20.30 saia telah berada di Parung. Di sebuah Lembaga Bina Santri Mandiri atau lebih di kenal dengan LBSM dalam acara Pesantren Kilat Mata Hati dari anak-anak jalanan di daerah Bekasi.
Capek,Lelah karena perjalanan panjang serasa hilang melihat gaya anak jalanan ang natural dengan  gaya anak2nya. Semangat mulai hadir kembali di pundak, rasa syukur yang mendalam karena merasa memiliki kesempatan yang lebih yang saya miliki saat ini. Aufffff,,,maksih ade2 jalanan....
tunggu kaka'mu ini ya....nanti kita maen-maen lage bareng,,belajar bermimpi hingga susatu saat mimpi yang saia dan ade'' tulis di kertas itu akan terkabul 10 tahun lagi.

salam manis ade'' jalanan,,,,perjalananmu memberi in spirasi untuk jiwa yang lemah ini.

Amazing

Hari ini, kembali departemen kebanggaan saya,departemen yang memberi pandangan akan luasnya dunia...
pandangan baru yang tidak akan pernah saya dapatkan sebelum-sebelumnya.
T.I.N,,,
nama yang simpel dengan sebuah arti yang mendalam Teknologi Industri Pertanian
wadah bagi para calan technopreneur, Junior Analyst dan seabreg keahlian lain.

Pekan sebelumnya sudah meghadirkan ahli paten ternama di IPB,,beberapa waktu sebelum-sebelumnya dapat menghadirkan bintang tamu para jempolan di dunia bisnis, seperti Sandiago Uno seorang Direktur General Electric, Moh. Nadjikh ahli ikan teri yang telah mendunia, Manajer Bintang Toedjo dan lain-lain.

Kembali, tadi siang dapat menghadirkan sang maesto di dunia retail yakni Direktur dari Matahari Departement Store yang kini telah merajai dunia market di Indonesia, bisa dilihat faktanya kalo ''siapa sih orang Indonesia yang tidak kenal Matahari...????". Banyak pelajaran dari materi yang beliau sampaikan, memang sih muka bermuka chinese alias sang direktur itu agak datar dalam memaparkan slide-slidenya, tapi containnya sangat amazing. huuuuuuuuuuuuuuu,,senang dan bertambah syukur pada Alloh, yang telah menjodohkan saia dengan T.I.N

kebetulan pada sesi kedua, sang bintang yang hadir adalah Bp. Danny K, sang owner dari Amazing Farm atau lebih dikenal dengan PT. Momenta Agrikultura. Beliaulah petani sejati yang memiliki jiwa entrepeneur.
paparan beliau tentang bisnisnya membuat saia sejenak berfikir,,, dengan  segala habatan yang beliau serig hadapi kok bisa yah beliau bertahan....sungguh perjuangan yang hebat. Tapi disisi lain, sang tukang sayur (sering menyebut nya) adalah seorang eksportir sayur keberbagi negara tetangga seperti malaysia, brunei, Thailand dan lain2. Tak hanya merambah negera lain, negara Indonesia juga banyak dikuasai oleh Beliau.
Satu hal pesan beliau yang saya akan selalu ingat,,,"saia harakan dari ruangan ini akan ada penerus saia di agribisnis sayuran"...dalam hati: itu saya pak...heheh

Wanita Idaman

ا

“Sesungguhnya   manusia   diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. al-
Ma’arij: 19)

Kebahagiaan  rumah  tangga  yang  menjadi  tujuan  setiap  keluarga  terbentuk  di  atas  beberapa faktor, yang terpenting adalah faktor anggota keluarga. Mereka inilah faktor dan aktor  pencipta kebahagiaan dalam rumah tangga, atau sebaliknya, kesengsaraan rumah tangga juga bisa tercipta oleh mereka. Dari anggota rumah tangga, faktor yang paling berperan besar dalam perkara ini adalah istri, karena dia adalah ratu dan ikon utama sebuah rumah tangga, ia adalah rujukan suami dan tempat kembali anak-anak, maka dalam bahasa Arab dia disebut dengan ‘Um’ yang berarti induk tempat kembali.
Sebagai pemeran utama dalam panggung rumah tangga, karena perannya yang cukup signifikan  di  dalamnya,  maka  istri  harus  membekali  diri  dengan  sifat-sifat  dan kepribadian-kepribadian   sehingga   dengannya   dia   bisa   mengemban   tugas   dan memerankan    perannya    sebaik    mungkin,    dengan    itu    maka    kondisi    yang membahagiakan dan situasi yang menentramkan di dalam rumah akan terwujud.
Mengetahui skala prioritas
Dunia  memang  luas  dan  lapang,  namun  tidak  dengan  kehidupan,  yang  akhir  ini, selapang dan seluas apa pun tetap terbatas, ada tembok-tembok yang membatasi, ada rambu-rambu  yang  mengekang,  namun  pada  saat  yang  sama  tuntutan  dan  hajat kehidupan terus datang silih berganti seakan tidak akan pernah berhenti, kondisi ini mau tidak mau, berkonsekuensi kepada sikap memilah skala prioritas, mendahulukan yang lebih penting kemudian yang penting dan seterusnya.
Sebagai  ikon  dalam  rumah  tangga,  istri  tentu  mengetahui  benar  keterbatasan  rumah tangga  di  berbagai  sisi  kehidupan,  keterbatasan  finansial  dan  ekonomi  misalnya, sebesar apapun penghasilan suami plus penghasilan istri (jika istri bekerja), tetap ada atap  yang  membatasi,  ada  ruang  yang  menyekat,  tetap  ada  hal-hal  yang  tidak terjangkau oleh uang hasil usaha mereka berdua, ditambah dengan jiwa manusia yang tidak    pernah    berhenti    berkeinginan,    keadaannya    selalu    berkata,    “Adakah tambahan?”, maka sebagai istri yang membahagiakan, dia harus mengetahui dengan baik  prinsip  dasar  ini,  mendahulukan  perkara  yang  tingkat  urgensinya  tertinggi kemudian setelahnya dan seterusnya.
Keterbatasan  dalam  hubungan  di  antara  suami  dan  istri,  mungkin  karena  latar belakang  keduanya  yang  berbeda,  tingkat  pendidikan  yang  berbeda,  keluarga  yang berbeda,  tabiat  dan  watak  yang  berbeda,  hobi  dan  kesenangan  yang  berbeda,  waktu yang  tersedia  untuk  berdua  minim,  semua  itu  membuat  hubungan  suami  istri  serba terbatas, namun hal ini bukan penghalang yang berarti, selama istri memahami kaidah prioritas ini.
Istri yang baik adalah wanita yang mengetahui tatanan prioritas dengan baik, dalam tataran hubungan suami istri, secara emosinal dan fisik, dalam tatanan rumah tangga, secara formalitas dan etika, ia menempati deretan nomor wahid.
Sekali  lagi  wajar,  selama  hal  itu  masih  realistis.  Dan  soal  harapan  dan  ambisi biasanya  istri  selalu  yang  menjadi  motornya.  Dalam  sebuah  ungkapan  dikatakan, “Wanita  menginginkan  suami,  namun  jika  dia  telah  mendapatkannya,  maka  dia menginginkan  segalanya.”  Memang  tidak  semua  wanita,  karena  ini  hanya  sebuah ungkapan  dan  tidak  ada  ungkapan  yang  general.  Namun  dalam  batas-batas  tertentu ada  sisi  kebenarannya,  karena  tidak  jarang  kita  melihat  beberapa  orang  suami  yang banting tulang dan peras keringat demi kejar setoran yang telah dipatok istrinya.
Realistis dalam menuntut
Di  hari-hari  pertama  pernikahan,  biasanya  dalam  benak  orang  yang  menjalani tersusun rencana-rencana yang hendak diwujudkan, tertata target-target yang hendak direalisasikan, terlintas harapan-harapan yang hendak dibuktikan. Umum, lumrah dan jamak. Kata orang, hidup ini memang berharap, karena berharap kita bisa tetap eksis hidup dengan berbagai macam siatuasi dan kondisinya. Demikian pula dengan sebuah rumah tangga. Tahun pertama harus memiliki anu. Tahun kedua harus ada ini. Tahun ketiga, keempat dan seterusnya.
Sekali  lagi  wajar,  selama  hal  itu  masih  realistis.  Dan  soal  harapan  dan  ambisi biasanya  istri  selalu  yang  menjadi  motornya.  Dalam  sebuah  ungkapan  dikatakan, “Wanita  menginginkan  suami,  namun  jika  dia  telah  mendapatkannya,  maka  dia menginginkan  segalanya.”  Memang  tidak  semua  wanita,  karena  ini  hanya  sebuah ungkapan  dan  tidak  ada  ungkapan  yang  general.  Namun  dalam  batas-batas  tertentu ada  sisi  kebenarannya,  karena  tidak  jarang  kita  melihat  beberapa  orang  suami  yang banting tulang dan peras keringat demi kejar setoran yang telah dipatok istrinya.  Maka    alangkah    bijaknya    jika    dalam    menuntut    dan    mencanangkan    target memperhatikan  realita  dan  kapasitas  suami,  jika  sebuah  harapan  sudah  kadung digantung tinggi, lalu ia tidak terwujud, maka kecewanya akan berat, bak orang jatuh dari tempat yang sangat tinggi, tentu sakitnya lebih bukan?
Sebagian  istri  memaksa  suami  menelusuri  jalan-jalan  yang  berduri  dan  berkelok-kelok,  di  mana  dia  tidak  menguasainya,  jika  suami  mengangkat  tangan  tanda  tak mampu  mewujudkan  sebagian  dari  tuntutannya,  maka  istri  berteriak  mengeluh.  Hal ini, sesuai dengan tabiat kehidupan rumah tangga, menyeret kehidupan rumah tangga kepada  jalan  buntu  selanjutnya  yang  muncul  adalah  perselisihan,  jika  ia  menyentuh dasar kehidupan, maka bisa berakibat keruntuhannya.
Seorang  istri  shalihah  selalu  mendahulukan  akalnya,  dia  tidak  membuat  lelah suaminya  dengan  tuntutan-tuntutan  yang  irasional,  tidak  membebaninya  di  luar kemampuannya  dan  tidak  memberatkan  pundaknya  dengan  permintaan-permintaan demi memenuhi keinginan-keinginannya semata.
Salah  satu  contoh  yang  jarang  ditemukan  yang  terjadi  dalam  sejarah  tentang keteladanan  sebagian  istri  yang  begitu  memperhatikan  keadaan  suami  tanpa  batas walaupun  hal  tersebut  berarti  mengorbankan  kemaslahatannya  sendiri  adalah  apa yang diriwayatkan oleh kitab-kitab ath-Thabaqat tentang Fatimah az-Zahra` pada saat dia dan suaminya Ali bin Abu Thalib mengalami kesulitan hidup yang membuatnya bermalam  selama  tiga  malam  dalam  keadaan  lapar,  pada  saat  Ali  melihatnya  pucat, dia  bertanya,  “Ada  apa  denganmu  wahai  Fatimah?”  Dia  menjawab,  “Telah  tiga malam ini kami tidak memiliki apa pun di rumah.” Ali berkata, “Mengapa kamu diam saja?”  Fatimah  menjawab,  “Pada  malam  pernikahan  bapakku  berkata  kepadaku, ‘Hai Fatimah, kalau Ali pulang membawa sesuatu maka makanlah, kalau tidak maka jangan memintanya.”
Kebahagiaan rumah tangga bergantung kepada perasan istri dalam skala lebih besar daripada  yang  lain,  jika  istri  tidak  bermental  kaya,  maka  dia  akan  selalu  merasa kekurangan,  akibatnya  dia  akan  mengeluh  ke  mana-mana  dengan  kekurangannya. Kurang ini, kurang itu, kurang anu dan seterusnya. Mentalnya adalah mental sengsara, mental  miskin,  minim  syukur,  memposisikan  diri  sebagai  orang  miskin  sehingga seolah-olah dirinya patut diberi zakat.  Padahal seorang wanita bisa saja memiliki segala keutamaan di kolong langit ini
Bermental kaya
Mental  kaya,  dalam  agama  dikenal  dengan  istilah  qana’ah,  rela  dengan  apa  yang Allah Subhanahu waTa’ala bagi sehingga tidak menengok dan berharap apa yang ada di tangan orang lain.  Kaya  bukan  kaya  dengan  harta  benda,  namun  kaya  adalah  kaya  hati,  artinya  hati merasa cukup. Sebanyak apa pun harta seseorang, kalau belum merasa cukup, maka dia  adalah  fakir.  Kata  fakir  dalam  bahasa  Arab  berarti  memerlukan,  jadi  kalau seseorang masih memerlukan [baca: berharap dan menggantungkan diri] kepada apa yang dimiliki oleh orang lain tanpa berusaha, maka dia adalah fakir alias miskin.
Kebahagiaan rumah tangga bergantung kepada perasan istri dalam skala lebih besar daripada  yang  lain,  jika  istri  tidak  bermental  kaya,  maka  dia  akan  selalu  merasa kekurangan,  akibatnya  dia  akan  mengeluh  ke  mana-mana  dengan  kekurangannya. Kurang ini, kurang itu, kurang anu dan seterusnya. Mentalnya adalah mental sengsara, mental  miskin,  minim  syukur,  memposisikan  diri  sebagai  orang  miskin  sehingga seolah-olah dirinya patut diberi zakat.  Padahal seorang wanita bisa saja memiliki segala keutamaan di kolong langit ini, akan tetapi  semua  keutamaan  ini  tidak  ada  nilai  dan  harganya  jika  yang  bersangkutan mempunyai  tabiat  sengsara  dan  mental  miskin.  Kedua  tabiat  ini  bagi  wanita menyebabkan kesengsaraan bagi suami dan kenestapaan bagi rumah tangga.
Banyak  wanita  sejak  zaman  batu  sampai  hari  ini  merasa  nyaman  dengan  tabiat sengsara  dan  mental  miskin  ini.  Dalam  kehidupan  sejarah,  Nabiyullah  Ibrahim ’alaihissalam pernah menemukan dua orang wanita, yang pertama bermental miskin dan yang kedua bermental kaya, keduanya pernah menjadi istri bagi anaknya, Ismail. Dengan  bahasa  sindiran,  Nabi  Ibrahim  ’alaihissalam  pernah  meminta  Ismail  untuk berpisah  dari  istri  pertamanya.  Ibrahim  ’alaihissalam  melihat  istri  pertama  anaknya bukan  istri  yang  layak,  karena  dia  bermental  miskin.  Ketika  Ibrahim  ’alaihissalam bertanya   kepadanya   tentang   kehidupannya   dengan   suaminya,   yang   Ibrahim ’alaihissalam  dengar  dari  mulutnya  hanyalah  keluh  kesah.  Sebaliknya  istri  kedua, jawabannya  kepada  mertuanya  mengisyaratkan  bahwa  dia  adalah  istri  yang  pandai bersyukur  dan  bersikap  qana’ah,  maka  Ibrahim  ’alaihissalam  meminta  Ismail  untuk mempertahankannya.
Dalam  kehidupan  ini  tidak  sedikit  kita  menemukan  istri  model  seperti  ini.  Ditinjau secara  sepintas  dari  keadaan  rumahnya,  rumah  milik  sendiri,  lengkap  dengan perabotan  elektronik  yang  modern,  didukung  kendaraan  keluaran  terbaru,  tapi  dasar mentalnya mental miskin, maka yang bersangakutan tetap mengeluh seolah-olah dia adalah  orang  termiskin  di  dunia.  Apakah  hal  ini  merupakan  kebenaran  dari  firman Allah   Subhanahu   waTa’ala,   yang   artinya,   “Sesungguhnya   manusia   diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. al-Ma’arij: 19). Tanpa ragu, memang.
Jika   istri   bermental   kaya,   maka   keluarga   akan   merasa   kaya   dan   cukup.   Ini menciptakan kebahagiaan. Jika istri bermental melarat, maka yang tercipta di dalam rumah adalah iklim melarat dan ini menyengsarakan

Sabtu, Juni 04, 2011

tentang sepeda


Iseng-iseng habis baca blg orang, memaksa saia harus menulis saat ini.
Yang emang tulisanku jauh banget dari tulisan dia. Tapi mencbalah, toh gag mungkin ada orang yang nglarang.
Awalnya sih karena bete dengan paper mata kuliah yang paling saya sebelin, eh ditambah tugas yang saia terima susah buat di cari literaturya. Ya udah deh,luapin saja lah di blog saia. Sekalian meramekan saja..
Sambil iseng2 kirim short message service,,ada satu kalimat yang bikin kerut ini berkening. 
Masa umur masih muda kayak gene, ada yang nanya??? Kamu target menikah kapan??? Haduh,tu orang ada-ada saja nyanyanya...nyari topik lain kek.
Ya sudah lah...disini saia Cuma mau crita tentang hati saia dan sebuah harapan kepada dia.
Dia,yang tidak menyapa walaupun kita saling kenal
Dia yang acuh walaupun saia selalu mengharapkannya
Dia yang slalu hadir dimata hati ini,
Dan dia yang ku kenal sejak saia masih TPB.

Oh,kapan waktu itu tepat.
Ya alloh,
Saia berusaha untuk selalu terbaik untuk dia..
Kapan Engkau bisa mendekatkan saia dengan dia.

Dia,yang slalu saia baca blognya
Dan dia, yang kini selalu naik sepeda untuk ke kampus

Kamis, Mei 05, 2011

Proposal

hari ini saia di ribetkan dengan sebuah proposal berwarna biru tua ituh,,
awalnya uda saia suruh sang penandatangan untuk menandatanganinya,but......it didn't done!!!

its okey, saia mencoba tetep tenang.

akhirnya dia dateng untuk menandatangani sekaligus saia minta tolong untuk sekalian dibawa ke Rektorat.
saia senang karena saia bisa praktikum dengan tenang.
well,,,beberapa waktu kemudian,sms di kantong bergetar.....
""nurul,softcopy proposal di siapa??"" saia jawab "di saia, emng knapa??"".

yahhh ternyata there is a little problem with this proposal. en then temen saia bisa membantu untuk memperbaiki.
akhirnya saia praktikum kembali,


setelah selesai praktikum, saia mendapat khabar bahwa saia harus memperbaiki lage proposal.......haduhhhhhhhh,mama....papa........saia sebel.

okey dengan rasa sabar saia mencoba mendatangi rektorat,mengusut apa kesalahannya,dan okey saia langsung perbaiki.

tapi masalahnya sekarang sang penanggungjawab tandatangan pergi ke Jakarta,,,haduhhhh,

ya udah cerita proposal bersambung hingga sore ini, karena besok saia kembalikan ke rektorat lagge untuk diajukan ke Institusi DIKTI.

Minggu, Mei 01, 2011

TEKNOPRENEUR AWARD 2009 adalah penghargaan untuk para pelaku bisnis teknologi terbaik di Indonesia. Penghargaan yang telah memasuki tahun kedua ini merupakan hasil kerjasama antara Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, Teknopreneur Indonesia, dan Tekno Ventura. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi untuk para pelaku bisnis teknologi di Indonesia dan upaya mendorong tumbuhnya bisnis-bisnis teknologi berskala UKM saat ini menjadi bisnis-bisnis besar di masa depan. 

Penghargaan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa bisnis dengan kekuatan inovasi dan teknologi mampu unggul dalam persaingan bisnis dunia saat ini. Fakta menunjukkan bahwa peningkatan nilai yang diperoleh bisnis berbasiskan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi sangat tinggi. Sehingga sangat wajar jika bisnis-bisnis kategori tersebut menjadi pemain utama dalam percaturan dunia bisnis saat ini. 

Bisnis-bisnis teknologi yang saat ini menjadi raksasa dalam dunia bisnis selalu dimulai dari skala bisnis yang sangat kecil atau dari hasil riset. Kekuatan inovasi produk dan model bisnisnya mampu menumbuhkan bisnis-bisnis tersebut secara cepat dan kontinu. 

Kecenderungan mengarusutamakan bisnis-bisnis berbasis inovasi teknologi terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Banyak bisnis-bisnis yang lahir dari otak dan tangan lulusan perguruan tinggi dengan modal utama hasil inovasinya dalam produk dan model bisnis. Upaya ini makin menguat setelah pemerintah mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun Indonesia Kreatif.

SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG TEKNOPRENEUR AWARD 2009
1. PT SARIMAS AHMADI PRATAMA
2. PT BARELANG KONSULTINDO MANDIRI
3. PT SISFO INDONESIA 


dan semoga suatu saat, industri yang saya bangun mulae saat ini meskipun baru tahap penyusunan proposal maka akan mendapatkan award itu......saya yakin,Bisa!!!!

Selasa, April 26, 2011

tak tau

akhirnya setelah cukup lama waktu saya habiskan,,mulai dari berbagai template di
http://www.zoomtemplate.com/ akhir saya menemukan juga template yang terpilih. Huff,meskipun kurang maksimal,tapi tema yang saya bawa cukup mewakili...

sebenernya juga saya ingin bercerita banyak denganmu,tapi berhubung waktu telah mala, dan saatnya saya tidur,maka tidurlah,hahah


sedih untuk beberapa hari ini cukup lah terobati,,

Jumat, April 15, 2011

visi ini mulai dibentuk

saya bukan seorang ang sempurna,bukan orang yang pintar untuk berargumen
saya bukan oranya yang cerdas, bukan pula orang yang pandai untuk bersandiwara.

tapi saya punya ide kreatif yang tersusun lengkap dengan sbuah visi yang dianggap positif oleh orang,
tapi orang melihat realita implementasi bukan??? nah ini titik kelemahan saya yang perlu diperbaiki.
BUTUH DUKUNGAN en BIMBINGAN dari orang yang memiliki visi seperti saya.

saat saya memiliki konsepan sponsorship PSBN, dengan jalan yang cerah,saya bertemu dengan Agus F34080095, temen seperjuangan dan teman berbagi sendu all about TIN karena merasa senasib dengan saya,yakni sama-sama dari CSS MoRA.
indah memang perpaduan dua manusia ini, obrolan yang saling nyambung, visi yang sama dan solutif. semua ini akan sangat diperlukan untuk point-point pencapaian untuk kedepannya..

ya okelah semua tu tak cukup untuk saya paparkan ditulisan ini, tapi semua akan indah pada waktunya, ahhhh gag nyambung.


sebuah visi ini akan terus berada di tatapan saya,tak pernah jauh.....

dari pelajaran ini, saya mendapatkan point yang ingin dibentuk lagi dalam diri saya, terutama softskill untuk bertindak...
tapi saya butuh bimbinganMu,,ya Alloh..
en special dari 'Dia' yang belum pernah ku ceritakan dalam Blog ini,hehe

okelah,,,semangat Nurul,pertahankan visi-mu untuk melanjutkan ke visi yang berikutnya

Jumat, Maret 25, 2011

capek,

huh.....
capek deh,capek deh,capek deh...

setiap hari harus pulang malem,seabreg tugas kuliah,dan tak lupa seabrek tugas organisasi
mengeluh,mengeluh,mengeluh...
ya moga jah dengan coretan ini,sedikit lelah bisa terobati

hari dan minggu yang sibuk buat anak-anak CSS MoRA IPB
ada yang fokus buat suksesi kepengurusan
ada yang sibuk buat CSS CUP,alias ajang futsal anak BUD IPB
ada yang sibuk dengan PSBN,alias ajang ngeksisnya anak pesantren di dunia univ

dan tak ketinggalan buat hari ahad depan ini, bakalan ada ajang kepenulisan non fiksi
dengan pembicara yang didatangkan dari nun jauh tempatnya...
acra di create dengan matang,oleh sang panitia,saya sendiri termasuknya
besar harapan sih.... bakal rame tu acara,,


dan sekarang harus nge-deadline buat diri sendiri sebelum brakhirnya bulan maret ini dengan banyak targetan...
ada ngekstrak jurnal, laporan praktikum, n ujian yang tinggal menghitung hari, dan harus dapetin konsultan buat permasalahan di daerah saia,,,wa bil khusus bidang pertanian dunk...Dana,dana,dana,,, duit,duit,duit...

hahhaha

moga saia bisa,,

Nurul...optimalkan waktumu SEKARANG!!!
explore diri!!!
yaqin bisa!!!

Kamis, Maret 17, 2011

bangkitlah kawand tuk kita buktikan,
perjuangan mu kan slalu di kenang
bangkitlah kawan tuk kita buktikan
pesantren kita selalu di depan,

bersama, CSS MoRA..
bersama, CSS MoRA.........###

Senin, Februari 21, 2011

Renungan


Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini… Bersama asa yang rindu mendalam… Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan… Berharap dapat bersua dengan-Mu… Wahai Rabbul`alamiin…
Dengan taubat ku berharap… Kuatkan jiwa ini mendatanginya… Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya… Azzamkan niat ini dalam mencapainya… Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
Aku rindu…aku rindu…aku rindu… Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH… Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN… Rindu bersama-Mu dalam TAUHID… Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu… Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM
Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu… Hantarkanlah kerinduanku ini… Mudahkanlah… Lapangkanlah… Tuk raih cita-cita… KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan…. Ridhai dan kabulkanlah… Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…
Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini… Bersama asa yang rindu mendalam… Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan… Berharap dapat bersua dengan-Mu… Wahai Rabbul`alamiin…
Dengan taubat ku berharap… Kuatkan jiwa ini mendatanginya… Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya… Azzamkan niat ini dalam mencapainya… Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
Aku rindu…aku rindu…aku rindu… Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH… Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN… Rindu bersama-Mu dalam TAUHID… Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu… Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM
Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu… Hantarkanlah kerinduanku ini… Mudahkanlah… Lapangkanlah… Tuk raih cita-cita… KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan…. Ridhai dan kabulkanlah… Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…


 

Blogroll